IWO Rayakan HUT ke-13, Dorong Profesionalisme Wartawan Online di Era Digital

Bengkulu,swara-indonesia.com 08/08/2025-Organisasi Ikatan Wartawan Online (IWO) menggelar peringatan hari ulang tahun ke-13 dengan semangat memperkuat profesionalisme dan inovasi di tengah tantangan era digital. Acara ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme di Kota Bengkulu pada 8 Agustus 2025.

Mengusung tema “13 Tahun IWO: Wartawan Online Profesional dan Inovatif di Era Digital”, kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran jurnalis digital dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.

Turut hadir dalam perayaan tersebut jajaran pengurus pusat dan daerah, di antaranya Ketua Umum IWO Dwi Christiyanto, S.H., M.Si., Sekjen IWO Telly Nathalia, serta pengurus wilayah Provinsi Bengkulu seperti Musdamoris, S.Sos., C.MK., Rahm Burdana, A.Md., dan Hasnul Effendi, S.H.

Dalam sambutannya, Dwi Christiyanto menekankan pentingnya adaptasi wartawan terhadap perkembangan teknologi informasi agar tetap relevan dan dipercaya publik. Ia juga menyoroti peran IWO dalam menjaga etika jurnalistik di tengah banjir informasi di media sosial.

Acara ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi antaranggota, namun juga wadah untuk menegaskan kembali komitmen organisasi dalam mencetak wartawan yang berkualitas dan berintegritas. Dengan semangat “IWO Berakhlak”, perayaan ini menegaskan bahwa profesionalisme adalah harga mati dalam dunia jurnalisme online masa kini.

Redaksi/Dedy Koboy

“Diduga Mark Up! Jalan Rabat Beton di Rena Jaya Rusak Hitungan Hari Usai Dibangun”

Bengkulu utara, swara-indonesia.com 08/08/2025- Pembangunan jalan rabat beton di Desa Rena Jaya, Kecamatan Giri Mulya, Kabupaten Bengkulu Utara, menuai sorotan publik. Jalan sepanjang 186 meter yang menelan anggaran sebesar Rp192.818.000 dari Dana Desa tersebut kini menunjukkan tanda-tanda kerusakan, meskipun baru selesai dibangun dalam hitungan hari.

Kerusakan terlihat jelas di beberapa titik jalan, dengan permukaan yang mulai berlubang dan genangan air yang muncul saat hujan turun. Kondisi ini memunculkan kecurigaan di kalangan warga mengenai kualitas pengerjaan proyek, bahkan tak sedikit yang menduga adanya mark up dana dalam proses pelaksanaannya.

Warga setempat menyayangkan hasil pembangunan yang dinilai tidak sebanding dengan dana yang dikeluarkan. Salah satu tokoh masyarakat menyebut, “Kami berharap jalan ini bisa bertahan lama, tapi baru sebentar selesai, sudah rusak begini. Sangat disayangkan jika dana desa digunakan tanpa pengawasan ketat.”

Proyek ini dilaksanakan secara swakelola oleh TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) desa, dengan masa pengerjaan selama 120 hari di RT 06 Dusun 01. Meski begitu, kerusakan dini ini mengindikasikan kemungkinan adanya kekurangan dalam kualitas material maupun proses pembangunan.

Masyarakat berharap agar pihak berwenang, termasuk inspektorat daerah dan aparat penegak hukum, segera turun tangan untuk menyelidiki potensi penyimpangan dalam penggunaan dana desa. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran publik menjadi harapan utama agar kepercayaan warga terhadap pemerintah desa tetap terjaga.

(Redaksi/Dedy Koboy)